IndoMadridista – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menegaskan bahwa menghadapi Real Madrid di kompetisi Liga Champions selalu menjadi tantangan besar bagi tim mana pun. Ia menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers yang digelar di Stadion Santiago Bernabéu Stadium sehari sebelum pertandingan leg pertama babak 16 besar. Pernyataan tersebut disampaikan seperti dikutip dari laman resmi klub yang diterbitkan pada 10 maret 2026.
Guardiola mengatakan pertandingan besar seperti ini sering kali dipengaruhi oleh faktor emosional yang muncul di dalam lapangan. Namun ia menegaskan bahwa Manchester City sudah beberapa kali bermain di stadion tersebut sehingga timnya cukup memahami atmosfer yang akan dihadapi. Meski begitu, ia menilai pertandingan di Liga Champions selalu sulit diprediksi.
Menurut Guardiola, tim yang mampu mengelola momen baik maupun buruk dalam pertandingan biasanya memiliki peluang lebih besar untuk meraih hasil positif. Ia menyebut laga di kompetisi Eropa selalu menuntut konsentrasi tinggi sepanjang pertandingan. Hal tersebut menjadi salah satu fokus utama timnya menjelang laga melawan Real Madrid.
Guardiola juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meremehkan reputasi Real Madrid di kompetisi Eropa. Ia menyebut klub asal Spanyol itu memiliki sejarah besar serta pemain-pemain berkualitas yang terbiasa tampil di laga penting. Selain itu, pengalaman tim pelatih juga menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.
Ia mengatakan dirinya tidak terlalu memikirkan kondisi internal Real Madrid secara detail. Guardiola mengaku lebih memilih berkonsentrasi pada persiapan timnya sendiri dan memperbaiki beberapa aspek permainan. Menurutnya, Manchester City harus tampil di level tertinggi untuk bisa melewati fase gugur.
Guardiola juga menyinggung kondisi skuad Real Madrid yang sedang mengalami beberapa masalah cedera. Meski demikian, ia menilai situasi tersebut tidak akan mengurangi kualitas permainan tim tuan rumah. Ia menegaskan bahwa Real Madrid tetap menjadi salah satu lawan paling berbahaya di Liga Champions.
Dalam pernyataannya, Guardiola secara khusus menyoroti ancaman dari Vinícius Júnior. Ia menyebut pemain asal Brasil tersebut sebagai salah satu ancaman terbesar di lini serang Real Madrid. Karena itu, Manchester City berencana menjaga jarak ketat terutama ketika kehilangan bola agar bisa segera kembali bertahan.
Guardiola menjelaskan bahwa timnya akan berusaha mengontrol jalannya pertandingan sejak awal. Strategi tersebut dilakukan dengan menguasai bola serta menekan ruang gerak pemain lawan. Dengan cara itu, Manchester City berharap dapat mengurangi pengaruh pemain berbahaya dari Real Madrid.
Sementara itu, penjaga gawang Manchester City, Gianluigi Donnarumma, juga memberikan pandangannya mengenai pertandingan tersebut. Ia menyebut Real Madrid sebagai salah satu tim favorit untuk menjuarai Liga Champions musim ini. Menurutnya, sejarah panjang klub tersebut di kompetisi ini sudah menjadi bukti kekuatan mereka.
Donnarumma mengatakan para pemain Real Madrid sudah terbiasa menghadapi pertandingan besar di kompetisi Eropa. Meski demikian, ia menegaskan Manchester City datang dengan ambisi untuk memberikan kejutan kepada tuan rumah. Ia juga menilai pengendalian emosi akan menjadi faktor penting dalam pertandingan tersebut.
Ia turut menyinggung absennya Kylian Mbappé yang sebelumnya dilaporkan mengalami cedera. Donnarumma mengakui bahwa penyerang asal Prancis itu merupakan salah satu pemain terbaik di dunia saat ini. Namun ia menegaskan Manchester City tetap harus mewaspadai siapa pun pemain yang menggantikan perannya.
Donnarumma juga berbicara mengenai hubungannya dengan penjaga gawang Real Madrid, Thibaut Courtois. Ia mengatakan memiliki hubungan yang baik dengan kiper asal Belgia tersebut. Menurutnya, Courtois merupakan salah satu penjaga gawang paling kuat di dunia yang telah tampil konsisten selama bertahun-tahun.
Buat Komentar