Home Pertandingan Kontroversi VAR di Balaídos: Celta Vigo Merasa Dirampok Saat Jamu Real Madrid
Pertandingan

Kontroversi VAR di Balaídos: Celta Vigo Merasa Dirampok Saat Jamu Real Madrid

Bagikan
Foto: Realmadrid.com
Bagikan

IndoMadridista – Pertandingan antara Celta Vigo melawan Real Madrid di Stadion Balaídos berakhir dengan tensi tinggi setelah keputusan VAR memicu protes keras dari kubu tuan rumah. Celta Vigo merasa sangat dirugikan karena potensi penalti yang bisa mengubah jalannya laga dibatalkan oleh wasit setelah melihat tayangan ulang di pinggir lapangan. Kekecewaan ini memuncak karena meskipun sempat memberikan perlawanan sengit, mereka akhirnya harus kalah akibat gol dramatis di menit-menit akhir.

Insiden bermula ketika wasit menunjuk titik putih untuk Celta Vigo setelah seorang pemain Madrid dianggap melakukan pelanggaran di dalam kotak terlarang. Namun, intervensi dari ruang Video Assistant Referee meminta wasit untuk meninjau kembali kejadian beberapa detik sebelum insiden penalti tersebut terjadi. Setelah melalui proses peninjauan yang cukup lama, wasit memutuskan bahwa pemain Celta lebih dulu melakukan pelanggaran terhadap bek Madrid, Palacios.

Keputusan tersebut sontak membuat para pemain dan staf kepelatihan Celta Vigo berang karena merasa peluang emas mereka untuk unggul telah “dirampok” oleh intervensi teknologi. Seperti dikutip dari laporan pertandingan Real Madrid CF yang diterbitkan pada 6 Maret 2026, pembatalan penalti tersebut didasarkan pada pelanggaran awal yang dilakukan pemain Celta sebelum bola masuk ke area krusial. Namun, penjelasan ini tetap sulit diterima oleh publik tuan rumah yang merasa momentum pertandingan telah sengaja dirusak.

Atmosfer stadion menjadi sangat panas setelah keputusan tersebut karena ribuan pendukung Celta terus menyoraki setiap sentuhan bola dari pemain Real Madrid. Para pemain tuan rumah tampak kehilangan ketenangan sehingga intensitas permainan menjadi lebih keras dan menjurus kasar di sisa waktu babak kedua. Meski merasa dirugikan secara moral, Celta tetap berusaha keras untuk mencetak gol pembuka guna membuktikan bahwa mereka mampu bersaing.

Real Madrid sendiri justru tampak semakin termotivasi setelah selamat dari hukuman penalti yang kontroversial tersebut. Skuad asuhan Alvaro Arbeloa mulai mengontrol jalannya laga dengan penguasaan bola yang lebih tenang di lini tengah. Mereka tidak terpengaruh oleh protes keras pemain lawan dan tetap fokus menjalankan instruksi pelatih untuk mencari celah di pertahanan lawan.

Keberuntungan tampaknya benar-benar berpihak pada tim tamu dalam pertandingan yang penuh drama dan emosi ini. Ketika pertandingan terlihat akan berakhir imbang, Federico Valverde muncul sebagai pahlawan dengan gol telatnya di masa injury time. Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Celta Vigo yang sepanjang laga merasa bahwa mereka adalah tim yang lebih layak mendapatkan poin.

Pasca laga berakhir, para pemain Celta Vigo langsung mengerumuni wasit untuk kembali melayangkan protes terkait keputusan pembatalan penalti di babak kedua. Mereka menilai VAR seharusnya tidak digunakan untuk mencari kesalahan kecil yang sudah lewat demi membatalkan keputusan besar di lapangan. Kekecewaan ini pun menjadi topik utama dalam sesi konferensi pers pasca pertandingan di mana manajer Celta mengungkapkan rasa frustrasinya.

Di sisi lain, kubu Real Madrid memilih untuk tetap tenang dan tidak terlalu menanggapi polemik keputusan wasit tersebut secara berlebihan. Bagi mereka, keputusan VAR adalah bagian dari aturan permainan modern yang harus dihormati oleh semua pihak tanpa terkecuali. Fokus mereka sepenuhnya beralih pada perayaan kemenangan yang diraih dengan susah payah di tengah kepungan protes tuan rumah.

Kekalahan ini membuat Celta Vigo tertahan di papan tengah klasemen dan harus segera melupakan kekecewaan demi menatap laga berikutnya. Mereka merasa perjuangan maksimal sepanjang sembilan puluh menit seolah sia-sia hanya karena satu keputusan yang dianggap tidak adil. Kritik terhadap konsistensi penggunaan VAR di La Liga pun kembali mencuat ke permukaan menyusul insiden kontroversial ini.

Kemenangan Real Madrid tetap tercatat secara resmi meskipun diwarnai dengan awan hitam perdebatan yang kemungkinan besar akan bertahan lama di media sosial. Skuad Los Blancos kini pulang membawa tiga poin penting sambil meninggalkan luka mendalam bagi tim tuan rumah di Balaídos. Pertandingan ini akan diingat bukan hanya karena gol Valverde, melainkan karena drama teknologi yang kembali menjadi pusat perhatian.

Bagikan
Oleh
Tim Penulis

Kami adalah orang-orang dibalik penulisan dan penerbitan konten di situs IndoMadridista. Kami juga dikenal sebagai tim media di Jakarta Online Group.

Buat Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IndoMadridista menyediakan beragam berita dan inforamsi terbaru seputar klub sepakbola Real Madrid - Didedikasikan untuk para madridista di Indonesia

Newsletter

Daftarkan alamat email kamu untuk jadi yang pertama mendapatkan info terbaru seputar Real Madrid langsung ke email. Kamu bisa berhenti kapanpun.

Dengan mendaftar, anda menyatakan sudah membaca kebijakan privasi serta syarat dan ketentuan yang berlaku di IndoMadridista.

Copyright 2026 IndoMadridista under PT Media Digital Cipta Lestari - a Company of Jakarta Online Group