Home Analisis Taktik Monoton Real Madrid Jadi Sorotan, Sirkulasi Bola Terlalu Bertumpu di Sisi Sayap
Analisis

Taktik Monoton Real Madrid Jadi Sorotan, Sirkulasi Bola Terlalu Bertumpu di Sisi Sayap

Bagikan
Foto: Istimewa
Bagikan

IndoMadridista – Performa lini serang Real Madrid di bawah asuhan pelatih Alvaro Arbeloa kini tengah mendapat sorotan tajam dari berbagai pengamat sepak bola Eropa. Fokus utama dari kritik tersebut mengarah pada skema penyerangan Los Blancos yang dinilai sangat kaku dan kehilangan kreativitas di sepertiga akhir lapangan. Sirkulasi bola yang diterapkan oleh para pemain terlihat terlalu berpusat di sisi sayap, sehingga membuat alur serangan menjadi sangat mudah ditebak oleh barisan pertahanan lawan.

Kelemahan taktis ini terlihat sangat mencolok ketika raksasa ibu kota Spanyol tersebut menelan kekalahan beruntun dari Osasuna dan Getafe di ajang La Liga. Seperti dikutip dari harian olahraga Spanyol El Pais yang diterbitkan pada Kamis (5/3/2026), analisis mendalam menunjukkan bahwa aliran bola Real Madrid nyaris tidak memiliki variasi tusukan dari area tengah. Laporan tersebut menegaskan bahwa tanpa adanya kombinasi umpan pendek di area sentral, ancaman nyata ke gawang lawan menjadi sangat minim.

Sisi sayap kiri yang dihuni oleh Vinicius Junior saat ini seolah menjadi satu-satunya tumpuan harapan bagi skuad El Real untuk membongkar pertahanan lawan. Setiap kali gelandang Madrid menguasai bola, instruksi pertama yang terlihat di lapangan adalah memindahkan arah serangan melebar ke arah bintang asal Brasil tersebut. Meskipun Vinicius memiliki kemampuan individu di atas rata-rata, memaksakan bola kepadanya secara terus-menerus membuat bek lawan dengan mudah melakukan penjagaan ganda bahkan tiga pemain sekaligus.

Pola serangan yang monoton ini semakin diperparah dengan absennya Kylian Mbappe yang tengah menjalani perawatan akibat cedera lutut misteriusnya. Tanpa kehadiran penyerang asal Prancis tersebut, Real Madrid kehilangan sosok pemain nomor sembilan yang mampu menarik bek tengah lawan keluar dari posisinya. Pemain pelapis yang saat ini dipercaya mengisi pos penyerang tengah tampak kesulitan menciptakan ruang tembak atau memantulkan bola kembali ke lini kedua.

Akibat sirkulasi yang terus-menerus terisolasi di area sayap, opsi akhir dari setiap skema serangan sering kali hanya berupa umpan silang lambung ke dalam kotak penalti. Sayangnya, umpan-umpan silang ini jarang sekali membuahkan hasil karena kurangnya kehadiran pemain Real Madrid yang siap menyambut bola di area berbahaya tersebut. Para bek tengah lawan yang memiliki postur tinggi dengan sangat mudah menyapu bola udara tersebut, membuat dominasi penguasaan bola Madrid menjadi sia-sia belaka.

Barisan gelandang Real Madrid juga tidak luput dari kritik terkait mandeknya aliran bola di area pertahanan lawan pada beberapa pertandingan terakhir. Pemain bertipe agresif seperti Jude Bellingham dan Federico Valverde terlihat lebih jarang melakukan penetrasi langsung ke dalam kotak penalti dibandingkan musim lalu. Mereka cenderung memilih jalur aman dengan mendistribusikan bola ke sisi lapangan daripada mencoba melepaskan umpan terobosan vertikal yang berisiko tinggi namun berpeluang membuahkan gol.

Tim-tim di La Liga tampaknya sudah menemukan cetak biru yang tepat untuk meredam sistem permainan yang diusung oleh Alvaro Arbeloa musim ini. Dengan menumpuk pemain di area tengah dan menerapkan blok pertahanan rendah (low block), lawan secara sengaja memaksa para pemain Madrid untuk memindahkan bola ke area sayap. Begitu bola mencapai pinggir lapangan, unit pertahanan lawan akan bergeser secara agresif untuk menjebak pemain sayap Madrid agar tidak bisa melakukan pergerakan memotong ke dalam (cut inside).

Kebuntuan taktik ini dikabarkan mulai menimbulkan rasa frustrasi yang terlihat jelas dari bahasa tubuh para pemain depan di atas lapangan hijau. Dalam laga melawan Getafe, beberapa penyerang sayap tertangkap kamera mengangkat tangan mereka kebingungan karena tidak menemukan opsi operan kawan di area tengah. Kurangnya pergerakan tanpa bola yang kohesif antar lini membuat pemain yang sedang menguasai bola sering kali terisolasi dan akhirnya kehilangan penguasaan.

Para analis olahraga kini mendesak Arbeloa untuk segera meracik rencana cadangan atau Plan B jika ingin menyelamatkan harapan tim meraih gelar juara musim ini. Sang pelatih dituntut untuk menginstruksikan anak asuhnya agar lebih berani melakukan kombinasi permainan jarak dekat tepat di depan kotak penalti lawan. Pemanfaatan pergerakan tumpang tindih (overlap atau underlap) dari para bek sayap juga dinilai bisa menjadi solusi alternatif untuk memecah kebuntuan sirkulasi bola tersebut.

Jika pola sirkulasi bola yang hanya berpusat di sayap ini terus dipertahankan, Real Madrid dipastikan akan semakin sering kehilangan poin penting di sisa kompetisi. Calon lawan berikutnya seperti Celta Vigo dipastikan sudah mempelajari rekaman pertandingan Getafe dan siap menerapkan skema pertahanan berlapis yang serupa. Staf pelatih kini dihadapkan pada tantangan besar untuk merombak filosofi serangan mereka dalam waktu latihan yang sangat sempit sebelum laga krusial akhir pekan nanti bergulir.

Bagikan
Oleh
Tim Penulis

Kami adalah orang-orang dibalik penulisan dan penerbitan konten di situs IndoMadridista. Kami juga dikenal sebagai tim media di Jakarta Online Group.

Buat Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IndoMadridista menyediakan beragam berita dan inforamsi terbaru seputar klub sepakbola Real Madrid - Didedikasikan untuk para madridista di Indonesia

Newsletter

Daftarkan alamat email kamu untuk jadi yang pertama mendapatkan info terbaru seputar Real Madrid langsung ke email. Kamu bisa berhenti kapanpun.

Dengan mendaftar, anda menyatakan sudah membaca kebijakan privasi serta syarat dan ketentuan yang berlaku di IndoMadridista.

Copyright 2026 IndoMadridista under PT Media Digital Cipta Lestari - a Company of Jakarta Online Group